Jeritan Medan – Warga Medan kecewa setelah gagal mendapatkan kuota mudik gratis meski sudah mengantre selama enam jam. Program mudik gratis yang digelar pemerintah daerah itu menarik minat besar masyarakat, terutama mereka yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi tinggi.

Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi pendaftaran di Kota Medan. Mereka datang lebih awal untuk memastikan mendapat tiket keberangkatan. Namun, panitia menutup pendaftaran setelah kuota terpenuhi. Banyak warga yang sudah menunggu lama akhirnya harus pulang dengan tangan kosong.
Baca Juga : Uang Mobil Dinas Rp 8,49 M Gubernur Kaltim Harus Dikembalikan Dalam 14 Hari
Seorang peserta mengaku datang sejak subuh dan berharap bisa membawa keluarganya mudik ke kampung halaman. Ia menyayangkan keterbatasan kuota yang tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Menurutnya, pemerintah perlu menambah kapasitas agar lebih banyak warga merasakan manfaat program tersebut.
Program mudik gratis memang membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, tingginya antusiasme menunjukkan kebutuhan transportasi murah saat musim mudik terus meningkat. Warga Medan kecewa karena merasa sudah berupaya maksimal dengan mengantre tertib, tetapi tetap tidak memperoleh tiket.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa mereka membatasi kuota sesuai kapasitas armada yang tersedia. Mereka juga menerapkan sistem pendaftaran langsung di lokasi untuk memastikan validasi data peserta. Meski demikian, warga berharap pemerintah mengevaluasi mekanisme tersebut agar proses lebih transparan dan adil.
Ke depan, masyarakat meminta pemerintah menambah armada atau membuka pendaftaran daring agar antrean panjang tidak kembali terjadi. Dengan perbaikan sistem dan peningkatan kuota, program mudik gratis diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga serta mengurangi kekecewaan di tengah momen yang seharusnya penuh kebahagiaan.





