Jerita Medan – Wali Kota Medan mengimbau masyarakat untuk menghargai perbedaan Awal Puasa Ramadhan yang mungkin terjadi antarwilayah atau organisasi. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati menjadi kunci menjaga persatuan dan toleransi di tengah keragaman umat Islam di Kota Medan.

Dalam pernyataannya, Wali Kota mengingatkan warga bahwa perbedaan dalam menentukan 1 Ramadhan adalah hal yang wajar dalam praktik keagamaan. Ia mendorong masyarakat untuk fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa memperdebatkan perbedaan secara berlebihan.
Baca Juga : Wali Kota Medan imbau warga hargai perbedaan awal puasa Ramadhan
Selain itu, pemerintah kota mengajak semua pihak untuk menjaga suasana kondusif selama bulan suci. Aktivitas keagamaan, ibadah tarawih, dan kegiatan sosial yang berlangsung selama Ramadhan diharapkan tetap harmonis dan saling menghormati antarumat.
Wali Kota Medan juga meminta tokoh agama dan pengurus masjid berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi. Hal ini bertujuan agar perbedaan penetapan awal puasa tidak menimbulkan gesekan sosial dan tetap memperkuat nilai persaudaraan.
Dengan imbauan ini, Pemerintah Kota Medan berharap umat Islam dapat menyambut Ramadhan 2026 dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan meningkatkan kualitas ibadah. Keberagaman dalam menentukan awal puasa dijadikan momentum untuk mempererat tali persatuan di tengah masyarakat.
Selain itu, pemerintah kota mengajak semua pihak untuk menjaga suasana kondusif selama bulan suci. Aktivitas keagamaan, ibadah tarawih, dan kegiatan sosial yang berlangsung selama Ramadhan diharapkan tetap harmonis dan saling menghormati antarumat.





