Jeritan Medan Tewaskan Gubernur Sumut Mandala Airlines Penerbangan RI‑091 lepas landas dari Bandara Polonia Medan dan mengalami kecelakaan tragis sesaat kemudian.
Pesawat jenis Boeing 737‑200 Adv (PK‑RIM) itu jatuh dan meledak di Jalan Jamin Ginting kawasan Padang Bulan, menewaskan puluhan penumpang dan warga.
Total korban mencapai 149 orang, terdiri dari 100 penumpang dan awak pesawat, serta 49 warga di darat Dari 117 orang di pesawat (112 penumpang dan 5 awak), hanya 17 penumpang yang berhasil selamat.
Di antara korban jiwa adalah Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, mantan Gubernur Raja Inal Siregar, dan anggota DPD Abdul Halim Harahap.
Kecelakaan itu menjadi pukulan politik sekaligus duka mendalam bagi masyarakat Sumut karena kehilangan pemimpin dan tokoh penting.

Baca juga : Retail Modern di Medan Mulai Kembali Stok Beras Premium, Kini Batasi Pembelian
Alhasil, pesawat kekurangan daya angkat (lift) sehingga gagal terbang dan kehilangan momentum segera setelah lepas landas.
Sekali lagi: kegagalan konfigurasi teknis inilah yang memicu kecelakaan, bukan kesalahan cuaca atau kondisi eksternal.
Pada pagi hari kejadian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan Bintang Mahaputra secara anumerta kepada Gubernur Nurdin.
Pemerintah provinsi Sumut pun menetapkan masa berkabung tiga hari, dengan bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh wilayah. Presiden SBY juga menunda rapat gubernur nasional dan melakukan kunjungan ke lokasi kecelakaan sebagai tanda penghormatan.
Api yang terjadi pasca-kecelakaan menyulitkan upaya evakuasi dan identifikasi korban. Banyak korban sekarat hingga hangus terbakar.
Menurut data, korban selamat terkena dampak karena berada di bagian belakang pesawat yang masih utuh sebelum meledak.
Masyarakat sekitar sempat mencoba menyelamatkan pilot, namun ledakan cepat membuat mereka terpaksa mundur
Sepuluh tahun kemudian, pada 5 September 2015, pemerintah Sumut menggelar acara peringatan “Mengenang Satu Dasawarsa Musibah Mandala.
Diskusi bertema Revitalisasi Nilai Kepemimpinan diselenggarakan, mengenang konsep-konsep kepemimpinan kedua gubernur.
Gubernur pelaksana tugas Tengku Erry Nuradi—adik Rizal Nurdin—mewakili keluarga dan masyarakat dalam acara itu.
Tetapi tragedi tidak berhenti pada tahun 2005. Pada 30 Juni 2015, di lokasi yang sama—Jalan Jamin Ginting—sebuah pesawat Hercules C‑130 TNI AU jatuh dan menewaskan ratusan warga sipil.

![WhatsApp-Image-2025-08-07-at-10.49.25-1200x675[1]](https://www.k9krw.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-08-07-at-10.49.25-1200x6751-1-148x111.webp)
![f18da_polsek-medan-timur[1]](https://www.k9krw.com/wp-content/uploads/2025/09/f18da_polsek-medan-timur1-148x111.jpg)
![67fe1fdeac17crapat-paripurna-dprd-provinsi-sumatera-utara-dalam-rangka-peringatan-hari-jadi-ke-77-provinsi-sumatera-utara-tahun-2025-0[1]](https://www.k9krw.com/wp-content/uploads/2025/09/67fe1fdeac17crapat-paripurna-dprd-provinsi-sumatera-utara-dalam-rangka-peringatan-hari-jadi-ke-77-provinsi-sumatera-utara-tahun-2025-01-148x111.jpeg)
![67b6e4dba9c89[1]](https://www.k9krw.com/wp-content/uploads/2025/09/67b6e4dba9c891-148x111.jpg)
![image_870x_6870c22b3074a[1]](https://www.k9krw.com/wp-content/uploads/2025/09/image_870x_6870c22b3074a1-148x111.jpg)