, ,

Tawuran Berdarah di Belawan 1 Remaja Tewas Tertembak dan 4 Orang Terluka

oleh -1193 Dilihat

Medan – Tawuran Berdarah di Belawan Kawasan Belawan, Medan, kembali bergetar oleh insiden tawuran berdarah yang menewaskan seorang remaja dan melukai empat orang lainnya.

Insiden terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, di Jalan Yos Sudarso, tak jauh dari Pelabuhan Belawan.

Menurut saksi mata, dua kelompok pemuda saling serang menggunakan senjata tajam, kayu, dan bahkan senjata api rakitan.

Tawuran yang awalnya hanya lempar-lemparan batu, berubah menjadi bentrokan brutal yang membuat warga sekitar panik dan memilih mengungsi ke dalam rumah.

Tawuran Berdarah di Belawan
Tawuran Berdarah di Belawan

 

Baca Juga : Belanja Lebih Hemat di Transmart, Sabun hingga Kecap Diskon 20%

Korban tewas diketahui bernama Rizky H, remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku SMK.

Rizky tertembak di bagian dada kiri dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Keempat korban luka masing-masing mengalami sabetan senjata tajam di bagian kepala, tangan, dan punggung.

Salah satu korban luka, AR (18), mengatakan bahwa dia tidak tahu-menahu asal mula tawuran.

Polisi dari Polres Pelabuhan Belawan langsung turun ke lokasi dan berhasil membubarkan tawuran setelah melepaskan beberapa tembakan peringatan.

Petugas kemudian mengamankan lokasi dan menemukan sejumlah barang bukti, termasuk parang, katapel, batu, dan satu senapan angin rakitan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Junaidi, membenarkan bahwa satu korban tewas akibat luka tembak.

“Kami masih mendalami dari mana asal senjata tersebut dan siapa pelakunya. Saat ini, kami sudah mengamankan lima orang untuk dimintai keterangan,” ujar Junaidi.

Polisi juga menyebut bahwa kedua kelompok yang terlibat merupakan geng pemuda dari dua lingkungan berbeda yang sudah sering berseteru.

Warga menyebut, konflik antar geng ini sudah lama terjadi, namun eskalasi belakangan meningkat tajam.

“Sudah tiga kali dalam bulan ini mereka tawuran. Kami resah, takut keluar malam,” kata Nurhayati, warga sekitar.

Pihak sekolah tempat Rizky belajar mengaku terkejut dan sangat kehilangan.

Guru wali kelasnya menyebut Rizky adalah siswa rajin yang bahkan sering membantu guru piket menjaga ketertiban kelas.

Ibunda Rizky sempat pingsan saat jenazah anaknya tiba di rumah duka. “Anak saya nggak pernah ikut geng,” ujarnya sambil terisak.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.