, ,

Chairul Tanjung Bicara Manfaat Literasi Finansial Bagi Anak Muda di Medan

oleh -1257 Dilihat

Medan – Chairul Tanjung Pada Rabu, 20 Agustus 2025, Chairul Tanjung hadir dalam LPS Financial Festival yang digelar di Medan. Di acara ini, CT berbicara tentang pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.

Ia menekankan bahwa literasi finansial bisa membantu anak muda—seperti mahasiswa—untuk terhindar dari berbagai bentuk penipuan.

Contohnya, ketika mendengar tawaran suku bunga sangat tinggi—20 % per tahun misalnya—itu bisa jadi tanda manipulatif atau penipuan, kata CT.

Menurut CT, banyak korban arisan dan investasi ilegal berjatuhan karena kurangnya pemahaman keuangan yang memadai.

Chairul Tanjung
Chairul Tanjung

Baca Juga : Pasar Baru Serbalawan di Simalungun Terbakar 140 Kios Dilalap Si Jago Merah

Dia menyarankan agar generasi muda mulai membiasakan diri menabung sebelum mulai terjun ke investasi.

Setelah menabung, barulah mereka dapat melangkah ke instrumen seperti saham, surat utang pemerintah, atau obligasi negara.

CT membandingkan kondisi zaman sekarang dengan masa lalunya, yang penuh keterbatasan—“dengan keringat dan air mata kita kumpulkan seperak demi seperak.”

Dia menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya tentang menghindari penipuan, tetapi juga sebagai jalur menuju peluang investasi yang lebih cerdas.

Festival ini sendiri menyajikan berbagai pemateri dan diskusi, termasuk Gubernur Sumut, Ketua LPS, dan Ketua Komisi XI DPR. CT sendiri menjadi salah satu pembicara utama.

LPS sebagai penyelenggara memiliki visi menciptakan masyarakat yang “well literate” atau berdaya literasi finansial tinggi.

Secara nasional, indeks literasi keuangan menurut survei 2022 berada di angka 49,68 %, masih menjadi PR besar, sedangkan inklusi keuangannya sudah mencapai sekitar 85 %

Artinya, masyarakat—terutama generasi muda—mulai punya akses layanan keuangan, tapi belum sepenuhnya memahami produk dan risiko.

Untuk konteks Medan, sebuah studi menunjukkan bahwa literasi keuangan memang masih rendah, dan perilaku konsumtif hedonis mendominasi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa literasi keuangan sendiri belum terbukti positif pengaruhnya terhadap perilaku keuangan milenial Medan, sedangkan gaya hidup hedonis dan tingkat pendidikan lebih berpengaruh.

Namun studi lain pada generasi sandwich di Medan menemukan literasi dan pendapatan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan finansial—dengan perilaku keuangan sebagai mediator.

Dari perspektif akademik, pendidikan tinggi terbukti memperkuat literasi finansial—mahasiswa cenderung lebih sadar merencanakan masa depan ketimbang sekadar konsumsi.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.